Orang Kaya vs Orang Miskin

Yang namanya orang kaya itu sombong adalah hal yang sangat wajar. Wajar dalam pengertian dia punya sesuatu yang memang bisa disombongkan. Misal:

Gw biasanya tiap akhir pekan liburan di Europe. Sayang punya villa disono tapi gak ditempatin.

Atau:

Eh tau gak, gara2 banjir kemaren Rolls Royce gw jadi rusak. Ya udah deh gw beli 2 lagi yg baru.

Ya begitulah kira2.

Sementara jika orang miskin sombong… eh tunggu sebentar. Is that even a valid sentence? Miskin dan sombong, per definisi, tidak valid berada dalam 1 kalimat. Apa yang bisa disombongkan seorang miskin? Gak ada. Jadi gak heran kalo orang miskin yg sombong pas sekali jadi bahan caci maki. “Ini orang otaknya dimana ya? Miskin tapi kok lagaknya gede banget. Gak nyadar apa? Kalau seandainya dia gak sombong pasti gw tetep respect ama dia”. Mungkin seperti itu…

EOM.

 

What Is 0 ^ 0?

Quick questions:

What is 2 ^ 3? 8

What is 10 ^ 2? 100

What is 912873683428920348791239817231928370 ^ (200 – (40 * 5)) ? 1

Very good. It is an easy test, right? Yes indeed. OK let’s try another question: what is 0 ^ 0?

I repeat: what is 0 ^ 0?

..

..

Give up? OK. This time I’ll answer this question programmatically, not mathematically (there are several approach used to tackle this problems: limit, set theory, etc). Here’s the X86 assembly to outline the idea:


format PE console 4.0

include 'win32a.inc'

entry start

section '.data' readable executable
num1 dd 0
num2 dd 0
fmt db "%d",0

section '.code' code readable executable
start:
mov ecx, [num1]
mov eax, [num2]
mov ebx, ecx

process:
cmp eax, 1
jg multiply
je done

multiply:
imul ecx, ebx
dec eax
jmp process

done:
invoke printf, fmt, ecx
invoke ExitProcess, 0

section '.idata' import data readable writable
library kernel32,'kernel32.dll', msvcrt, 'msvcrt.dll'
import kernel32, ExitProcess, 'ExitProcess'
import msvcrt, printf, 'printf'

The output is, surprisingly (or not surprisingly) 0.

I expect careful readers to complain that I’m cheating, since the output of the code will always be 0.

No, I’m not cheating. May I suggest you to play with the code yourself? Probably you’ll be even more surprised :mrgreen:

Musik Sekarang Kok Jelek-jelek?

Berikut ini adalah kutipan percakapan antara 2 orang penggemar musik yang sedang makan siang di suatu cafe.

A: “Eh brur, musik sekarang itu memprihatinkan yah? :-x”

B: (sambil asik mengunyah makanan) “Emang kenapa?”

A: “Ah lo pake acara pura2 gak tau segala. Coba lo perhatiin deh. Musisi era 70-an & 80-an itu kebanyakan pake skill beneran. Punya talenta. Emang bisa nyanyi. Sementara mulai 90-an dan sampe sekarang kualitas musik drop. Liat aja musisi kayak Jastin Bibir, Ledi Gagal, Mili Sirup, Sikilreks, dst dst mereka sebenernya bisa apa? Cuma bisa bikin polusi suara…”

B: (berhenti mengunyah) “Bro. Gw kasih tau yak. Yang namanya musisi jelek itu dari dulu sampe dunia kiamat akan selalu ada. Itu lo gak bisa ubah. Nah apa yg bisa lo lakukan adalah memilih musik yg bagus atau gak (sambil menyebut sejumlah nama musisi/band yang talented but obscured). Nih iPod gw. Coba lo dengerin deh”

A: “….. Eh iya bener bro. Keren banget ini :D”

B: “Apa gw bilang. Musisi sekarang pun sebenernya banyak yg bagus. Cuma jarang kedengeran aja. Dan sejujurnya gw setuju kalo kebanyakan musik sekarang yg mainstream itu emang jelek. Jadi kalo lo bilang musik sekarang itu jelek-jelek, sudah pasti either lo dengerin musisi jelek, atau musik yg mainstream :mrgreen:

Ya sebenernya dialog diatas itu hasil imajinasi saya. Bukan dialog nyata. Tapi seandainya suatu saat ada orang melontarkan pertanyaan yang sama, maka itulah jawaban saya.

Bagaimana pak mikebm, ada komentar? :mrgreen:

 

Catatan:

  1. Jika ada kesamaan/kemiripan nama-nama, itu hanyalah kebetulah belaka. Sungguh. Serius.
  2. Post ini sama sekali tidak disponsori oleh perusahaan IT ternama yang logonya buah.
  3. Post ini tidak dibayar untuk mengkritik sejumlah artis yg namanya mirip dengan yg disebut di post ini (jika memang ada). Ini serius juga loh.

 

 

 

Orang Kaya

Sepasang kakak beradik yang masih kanak-kanak duduk beristirahat di tepi trotoar, dibawah terang lampu jalan. Sudah dari siang hari mereka mengamen, dan hasilnya belum seberapa. Si adik sedang merasa lapar. Lalu ia mulai bercerita dengan kakaknya…

Adik: “Kak”

Kakak: “Ya kenapa dik?”

Adik: “Orang-orang kaya itu sungguh berbeda ya kak?”

Kakak: “Beda apanya dik?”

Adik: “Yah… mereka jauuuhh lebih kaya dari kita kak. Mereka tinggal di rumah bagus, bisa beli baju setiap hari, dan bisa makan enak. Sementara kita kadang untuk makan malam saja pun harus berjuang…” Tatapan si adik separuh hampa. Dan air mata mulai menetes.

Mendengar perkataannya seperti itu, sang kakak terdiam untuk beberapa waktu. Lalu ia menepuk-nepuk pundak adiknya sambil berkata

“Yah dik, mereka memang jauh lebih kaya dari kita. Kamu mau kan kita bisa hidup enak seperti mereka? Mungkin kita harus bekerja lebih keras dari mereka dik…”

Kemudian sang kakak memeluk sang adik. Mereka berdua pun hanya bisa berdiam diri. Lalu mereka mulai menangis…

 

 

Two Small Comments About Linux vs Windows

Just read this blog post. I’d like to give comments on these 2 things.

Alangkah bagusnya jika kita menggunakan OSS secara menyeluruh………

……… Oke, back to topic. Intinya, kita tidak bisa menggunakan salah satu saja dari 2 OS ini.

For readers who don’t understand Indonesian, here’s the naive translation:

If would be nice if we use OSS exclusively

……… OK, back to topic. The bottom line is we cannot use  only 1 of those OSes.

As you can see, things are not all  rosy. We wish we could use only OSS. But in reality, we also use non OSS. Idealism which is not strong enough, yes?

And next:

Niat make Linux, Tapi kalo LINUX BISA MAEN BATTLEFIELD 3 dan GAME Cool lainnya.Thanks…

Aha… saya bisa menebak anda…
kan bisa pake dual boot mas… Linux dan Windus dalam satu kompi…

Naive translation:

I want to use Linux. Can it play Battle Field 3 and the other cool games? Thanks…

Aha, I can read your mind. Use dual boot: Linux and Windows in 1 desktop.

This is like saying “Damn, Linux desktops suck for gaming. We can’t play cool games on them. Let’s use Windows”. Which is unfortunately true. Most cool games still are targeted for Windows and gaming consoles. Sure you can use Wine or anything similar, but the rate of success is not guaranteed to be 100%. Do it at your own risk.

Yes, now there is Steam. Kudos for the developer for giving attention to Linux. But still, we need MOAR game developers/publishers to contribute. Square Enix, Rockstar Games, EA Games etc etc, when will you join this movement? :mrgreen:

 

Tidak Saling Mengejek

Dua buah kelompok, sebut saja kelompok A dan B, memutuskan untuk tidak saling mengejek.

Paling tidak ada 3 kemungkinan penyebab:

  1. Mengejek itu tidak ada gunanya. Lebih baik saling membantu. (Ini jawaban pragmatis tipikal dari pelajaran PPKn/Budi Pekerti. Tapi ayolah, siapa yang jujur suka membantu orang lain? :mrgreen: )
  2. Saling mengakui kelompok yang lain itu OK. Kelompok yang satu adalah bro dari kelompok yang lain. Jadi setelah melakukan bro fist sebagai tanda penghormatan, maka bubar. Gak ada acara ejek-ejekan (OK ini memang khayalan, tapi bukankah dunia menjadi lebih damai jika semuanya seperti ini :mrgreen: )
  3. Menyadari kejelekan masing-masing. Yang sudah dijelek itu gak akan tambah jelek jika dihina lagi. Jadi daripada buang-buang waktu, memang gak perlu mengejek (Ini mungkin juga jawaban khayalan, tapi saya pikir justru inilah jawaban yang paling pragmatis :mrgreen: )

Mungkin ada yang mau menambah poin 4, 5, dst? :mrgreen: