Andai Aku Menjadi Ketua KPK

Bukan rahasia umum lagi kalau korupsi adalah salah satu penyakit yang merajalela di negeri dunia ini, mulai dari aras pemerintahan yang terendah sampai yang tertinggi. Dan ini sudah berlangsung entah berpuluh tahun. Patut disyukuri kita memiliki lembaga KPK, pertanda bahwa masih ada insan-insan berhati jujur yang ingin membersihkan negara ini dari aneka bentuk praktek korupsi.

Sebelumnya, saya adalah orang awam politik, dan seandainya saya ditawari posisi menjadi ketua KPK, beberapa hal inilah yang akan saya lakukan:

  1. Saya akan memberi usul kepada MPR supaya posisi KPK ditingkatkan menjadi setara dengan BPK atau DPR, misalnya. Dengan demikian, tidak akan ada lagi usaha untuk memangkas wewenang KPK. Hal seperti ini sungguh menyedihkan, mengingat usaha melemahkan KPK berarti usaha untuk mendukung kegiatan korupsi di negeri ini.
  2. Membentuk unit kepolisian khusus untuk menanggulangi kasus korupsi. Bila kepolisian memiliki Detasemen Khusus 88 untuk mengatasi masalah terorisme, maka KPK pun juga memiliki unit serupa. Hal ini bertujuan untuk mempertajam wewenang KPK, sehingga KPK tidak dicap sebagai lembaga yang hanya melakukan tugas administratif (paper work) belaka.
  3. Melakukan audit kekayaan setiap individu yang terlibat dalam politik dan pemerintahan negara ini (termasuk KPK sendiri) secara rutin, dan hasilnya disampaikan secara transparan kepada pihak-pihak yang berhak/perlu mengetahui.
  4. Menyelesaikan setiap kasus secepat mungkin dan tidak menunda-nunda. Jika bukti-bukti yang dibutuhkan untuk menjebloskan tersangka kaskus korupsi sudah cukup, maka tunggu apa lagi? Langsung jebloskan ybs ke penjara. Setiap orang yang korupsi layak mendapat hukuman yang setimpal. Bahkan jika perlu eksekusi mati, seperti yang dilakukan di Cina.
  5. Menyelanggarakan proses penanaman nilai-nilai anti korupsi, secara khusus di lembaga pendidikan. Setiap orang seharusnya ditanamkan dengan nilai-nilai kejujuran dan anti korupsi, sehingga kelak jika mereka sudah bekerja, mereka bertindak jujur karena sudah terbiasa dengan nilai-nilai kejujuran, dan bukan karena ancaman.
  6. Mengajak masyarakat berpartisipasi aktif mendukung kegiatan anti korupsi, dah juga memberikan fasilitas yang memadai.
  7. Di dalam dunia hiburan atau olahraga dikenal istilah Hall of fame. Saya akan membuat daftar serupa, yaitu Hall of shame, yang berisi katakanlah 100 orang dengan korupsi terburuk. Ini dilakukan setiap bukan, dan hasilnya akan diumumkan di berbagai media massa. Ya sesekali orang-orang seperti ini perlu dibuat malu, walaupun mungkin mereka juga sudah tidak mengenal rasa malu lagi.

Yah segitu saja yang bisa saya pikirkan. Mungkin di lain waktu saya akan meng-update poin-point diatas.

Oh ya, saya menulis post ini di sela-sela jam kerja, berarti saya juga korupsi waktu. Duh…đŸ˜¯

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s