Seorang “Ubuntu fanatic”

Barusan baca Switch to Ubuntu Linux not Apple (banyak komentar menarik, hampir semuanya gw baca).

Simpulan gw adalah artikel ini berat sebelah di Linux, dan meremehkan Mac. Ini bisa dilihat di penutupnya:

The more I use Ubuntu, the more I fail to understand the lure of the Mac OS. Is it the snob value or stupidity that make people consider a Mac over Windows and not Ubuntu?

Liat bagian yang dicetak tebal.Terjemahan bebasnya:

Lo lebih memilih pake Mac, entah karena lo demen gengsi, atau karena bodoh.

Wow, pernyataan yang luar biasa!

Setelah gw baca, gw ringkas jadi 2 alasan kenapa tidak beralih ke Ubuntu:

  1. Soal aplikasi, dan bukan soal OS-nya sendiri. Kebanyakan dari mereka menggunakan aplikasi spesifik seperti Photoshop, GarageBand, FinalCut, 3DS Max, dst. Dan karena di Ubuntu belum ada aplikasi yang benar-benar setara, sudah tentu tidak ada alasan untuk menggunakan Ubuntu. Sekali lagi, ini soal aplikasi, dan bukan soal Mac yang closed source vs Linux yangg open source.
  2. Kebanyakan dari mereka adalah end user yang pengen sesuatu yang just works. Bukan mesti bersusah-payah mencari driver untuk wirelass card, atau bersiap-siap menghadapi crash setelah mengupgrade kernel, dst.

Mereka tidak peduli dengan Mac yang katanya locked on. Toh mereka hanya casual user, bukan programmer/sysadmin/geek, dan pengen sesuatu yg simpel. Gw kutip beberapa komentar:

My Mom isn’t a C++ developer, my Dad doesn’t have any idea what JEE is. There are a great many people who simply don’t appreciate the possible technical benefits. I just don’t see my parents caring about this stuff.

Not everyone out there is a geek.

There are a lot of people who just want to buy a computer and start using it. They don’t want to install an OS from scratch (they would be clueless), they don’t want to learn a new OS, and they don’t want to learn what a package manager is!

Simpulannya apa? Apakah gw akan berhenti mempromosikan Ubuntu? Dalam, skala tertentu mungkin saja.

Seandainya seseorang bertanya ke gw soal OS mana yang mendingan dipake (antara Linux,Windows,Mac), maka gw liat-liat dulu orangnya. Kalau dia bukan seseorang yang tergolong teknis, gw bakal jawab Windows atau Mac, tentunya setelah mengetahui kebutuhan spesifik orang itu. Sedangkan kalo dia tergolong teknis/suka ngoprek, maka gw bakal jawab Linux. Alasannya dicontek dari sini:

We think the Linux operating system helps computer geeks and programmers become great at what they do! They can learn to code, administer web servers, create software for open systems on the market such as the Google G1 cell phone; build widgets for MySpace, BlackPlanet.com, FaceBook and other social sites.

Amen! 8)

BTW, gw sendiri pengguna Slackware, dan tentunya Windows (thanks to Visual Studio dan MASM32 yang berhasil meracuni otak gw… lol):mrgreen:

3 thoughts on “Seorang “Ubuntu fanatic”

  1. Di Iluni 12, Melby dan Ipon lagi debat soal layak atau tidak harga compiler Microsoft.😛

    Aku sendiri, malas pakai Windows di laptop ECS G553-ku. Soalnya driver audionya bermasalah, udah kucoba kuinstall berkali-kali.

    Laptopku juga selalu ngambek dengan ubuntu. Berat banget.. Makanya dari awal menggunakan Kuliax dan ngambil repo-nya dari Debian.

  2. @kunderemp
    compiler Microsoft memang mahal, tapi bisa mengoptimize dengan bagus dengan up to date dengan standar
    worth the money:mrgreen:

    @feha
    betul, masalahnya seringkali susah membedakan antara “kebutuhan” dan “keinginan”:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s