Archive Page 2

13
Oct
09

No manual entry for XYZ??

Barusan habis install Debian 5.0 di Virtual Box.
Setelah menginstall paket build-essential, maka berikutnya mencoba mencari dokumentasi fungsi-fungsi seperti fork() atau mprotect().

man fork

Dan outputnya:

No manual entry for fork.

He? Gak ketemu?

Setelah sedikit Googling, ternyata perlu menginstall paket manpages-dev. Dan masalah pun terpecahkan.

Nah ini agak aneh. Kenapa kedua paket itu dijadikan terpisah? Tidakkah lebih baik dijadikan satu saja?

No manual entry for fork
30
Sep
09

Mencari e-mail yang belum terbaca di Gmail

Ada kalanya mencari e-mail yang belum terbaca adalah perkara yang menyebalkan, apalagi bila tersebar tidak merata diantara ribuan e-mail yang lain. Nah, ada solusi menarik.

Ketik baris berikut di Gmail search anda:
is:unread label:inbox

Enter dan…. bam!!
Terlihat semua e-mail yang belum terbaca.
Selanjutnya tinggal Select All dan Mark As Read.

Mudah kan?
Ah kenapa baru tau sekarang…. lol…

24
Aug
09

District 9

Bosan dengan sci-fi horror ala Alien?
Tidak ada salahnya jika anda mencoba menonton District 9.

District9Poster265_000

Ceritanya “tidak biasa”, bukan tipikal film alien yang biasa kita tonton. Bukan tentang invasi alien ke bumi, atau berusaha meloloskan diri dari pesawat luar angkasa yang dikuasai alien, tapi alien yang entah bagaimana bisa tersasar Johannesburg. Kemudian terjadilah perbudakan terhadap mereka, dimana manusia = warga kelas #1, dan alien = warga kelas #2.suatu alegori tentang apartheid. Makin pas kan? :mrgreen:

Film ini dikemas dalam gaya pseudo-dokumenter. Sebagian film biasa, sebagian lagi disisipi aneka rekaman wawancara atau video kamera pengawas. Tentu saja, masih ada sejumlah ada adegan baku hantam. Jangan khawatir, CGI yang digunakan fantastik. Alien terlihat sangat sangat nyata, seolah mereka itu bukan hasil buatan komputer.

Unsur violence terlihat dimana-mana. Alien yang dijagal, kepala atau tangan yang hancur karena senjata alien, dst. Belum lagi F bomb yang muncul terus-menerus. Tapi sekali lagi, itu semua dikemas dengan apik sekali :mrgreen:

Dan yang membuat lebih menarik lagi adalah bagaimana film ini tidak berusaha memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul, misal:

  • Kenapa pesawat mereka bisa tersasar di bumi
  • Mengapa para alien itu tidak langsung keluar dari pesawat mereka?
  • Mengapa para alien itu tidak menyerang bumi, padahal mereka punya teknologi yang superior?
  • Bagaimana kelanjutan nasib Wikus?
  • Dan seterusnya…

Simpulan: apartheid + alien + bloody violence= EPIC WIN.
Film yang sangat layak untuk ditonton… :mrgreen:

05
Jul
09

Beberapa isu seputar GPL

http://www.red-sweater.com/blog/825/getting-pretty-lonely

Beberapa isu/hal yang menarik, antara lain:
1. This simple, radical restriction means that you are prohibited from taking a GPL project and incorporating it with a closed-source project.
2. This so-called “viral nature” of GPL is what scares the bejeezus out of companies, large and small, who fear the consequences of having to give up their own intellectual property to the public.
3. It’s your party, and you’re entitled to write the guest list. But take a look around the room: not as many folks as you’d hoped for? Liberally-licensed projects are booming. Speaking for myself, a developer who has been to all the parties, I’m much more likely to pass through the door that doesn’t read “GPL Only.”

“Freedom” dengan “extra cost” yang harus dibayar… :mrgreen:

13
Jun
09

Bravo Linus Torvalds!

Setidaknya ada 2 hal yg membuat gw respect terhadap Linus Torvalds:

  1. Sukses besar mengembangkan Linux, suatu kernel yg awalnya adalah hobby project, menjadi kernel yg powerful. Rasanya hampir setiap arsitektur hardware yg ada di dunia ini sudah disupport oleh Linux. Ini SERIUS.
  2. Sekarang yang TIDAK SERIUS :mrgreen: . Gw suka caranya bashing (ngebacot). Antara lain:
    • Linus against Pascal

      The Pascal language is a prime example of the latter problem. Because it
      doesn’t have a “break” statement, loops in (traditional) Pascal end up
      often looking like total shit, because you have to add totally arbitrary
      logic to say “I’m done now”.

      http://kerneltrap.org/node/553/2131

    • Linus against C++

      C++ is a horrible language. It’s made more horrible by the fact that a lot
      of substandard programmers use it, to the point where it’s much much
      easier to generate total and utter crap with it. Quite frankly, even if
      the choice of C were to do *nothing* but keep the C++ programmers out,
      that in itself would be a huge reason to use C.

      http://lwn.net/Articles/249460/

Hmm.. apakah ini efek samping dari kebanyakan berurusan dengan kernel??

:mrgreen:

25
Apr
09

Watchmen

Kemaren siang, Jumat jam 12, nyampe di Citos. Kompie di loket crash, alhasil ngantri jadi lama. Semua tiket dibuat manual, kayak gini:

IMO, film superhero yg “gak biasa”. Somehow mirip Dark Knight. Entahlah apa itu. Gw mesti lanjut baca komiknya, dan nonton ulang.

BTW, gw baru ngeh dengan isu nudity di film itu. Rupanya Doctor Manhattan…

Dan banyak F word maupun kekerasan, sehingga rasanya film ini cocok menjadi film keluarga… :mrgreen:

20
Mar
09

Non-disclosure Agreements

Pernyataan yang sangat menarik:

Why doesn’t Intel allow software developers access to its processor BIOS Writer’s Guides

BIOS Writer’s Guides (BWG) are Intel restricted access documents. They are available for approved BIOS vendors and OEMs developing BIOS under NDA (non-disclosure agreements) through Intel. Publicly available documents that may help you are our Software Developer’s Guides and our processor documentation guides (choose a processor, then click its ‘Technical Documents’ tab).

http://software.intel.com/en-us/blogs/2008/04/10/ask-isn-your-questions/

Lihat pernyataan yang digarisbawahi: “They are available for approved BIOS vendors and OEMs developing BIOS under NDA (non-disclosure agreements) through Intel.”

Aaaaarrrrgggghhhhhhhh… :evil: :evil:


08
Mar
09

ARM, anyone?

Kalau kita membicarakan istilah “mikroprosesor”, mungkin yang pertama kali terlintas di pikiran adalah: “Intel”.

Sebagai pengguna desktop, ini sangat lumrah, dan mungkin ada yang beranggapan bahwa mikroprosesor itu hanyalah Intel saja.

Kenyataanya, masih ada banyak mikroprosesor lain, dan salah satunya adalah ARM. ARM? Apaan tuh? Domainnya ARM adalah low-power handheld devices: PDA, HP, MP3 player, kalkulator, gaming console, dst. Karena itu, mungkin saja sesungguhnya ARM sudah menjual mikroprosesor lebih banyak dari Intel.

Salah satu tool yang tersedia untuk ARM adalah RealView Development Suite. Nah, gw pengen tau harganya berapa dan bagaimana cara memesan, siapa tau suatu saat nanti bakal beneran membeli.

Aah, rupanya ada petunjuk disini:

For pricing and details of how to purchase RealView tools, please contact your local ARM office or an authorized RealView Development Tools Distributor in your region.

ARM Office? Oh rupanya bisa dilihat disini. Dan authorized RealView Development Tools Distributor? Daftarnya ada disini.

Rupanya Indonesia tidak tercantum di 2 halaman itu. Bravo !! :evil:

Kantor & distributor terdekat dari sini ada di Singapura.

Sepertinya mesti kontak kesitu.

Duh mau cari informasi aja mesti bersusah-susah dulu… grrrrr….. :evil: :evil:

06
Mar
09

The not-so-golden rule

Semua orang mungkin tahu/pernah mendengar The Golden Rule:

“What you wish your neighbors to be to you, such be also to them.”

Terjemahan bebasnya:

“Perlakukan orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan.”

Dengan kata lain:

“Jangan perlakukan orang lain sebagaimana anda tidak ingin diperlakukan.”

Contoh:

  1. Kalau anda ingin dihormati, hormatilah orang lain.
  2. Kalau anda tidak ingin diejek, jangan mengejek orang lain.

Dan seterusnya…

Cukup intronya sampai disini. Ada banyak isu etis/filosofis yang bisa timbul, tapi bukan itu yang akan saya bicarakan.

Yang saya tanyakan adalah, bisakah, entah bagaimana caranya, aturan ini dilanggar sedikit dan tentu saja tetap menguntungkan kita (egois yah ha ha :twisted: ) ?

Ambil satu contoh deh. Misal suatu hari saya iseng menimpuk jendela tetangga dengan batu. Berdasarkan The Golden Rule, berarti saya harus bersedia ditimpuk balik, entah kapanpun itu. Iya dong?

Masalahnya, saya seorang cheater/egois. Apa cara yang mesti saya lakukan supaya bisa terhindar dari implikasi tertimpuk batu?

Seandainya saya bisa mengendalikan The Force, tentulah saya akan memanipulasi pikiran si tetangga sedemikian rupa, sehingga setiap kali dia ingin membalas, maka dia akan merasakan suatu tekanan luar biasa dalam pikirannya (semacam psychological trick lah) … :mrgreen:

Atau begini. Katakanlah menghapus The Golden Rule itu mustahil.

Mungkin saya akan pergi ke suatu pulau tak berpenghuni, kemudian melakukan rekayasa genetika untujk menciptakan spesies-spesies baru, lalu menjadi seperti Tuhan di pulau itu dan membuat norma-norma tersendiri, seperti yang dilakukan Dr. Moreau ? Tidak ada The Golden Rule. Adanya The anta40’s Rule. Ha ha :twisted:

Sekian sampai disini ngalor-ngidulnya… :mrgreen:

02
Mar
09

Apa itu OS yang “user friendly” ?

Pertama, ada baiknya istilah user friendly dibahas secara “agak” panjang lebar.

User friendly adalah kondisi dimana kita bisa menggunakan tool dengan mudah. Tidak perlu bersusah-payah untuk melakukan sesuatu yang sederhana. Toh semua tool dibuat dengan tujuan sama: untuk mempermudah hidup. Jadi setiap tool bisa dikatakan user friendly. Toh pada kenyataanya, ada beberapa tool yang lebih mudah digunakan daripada tool lain yang sejenis. Nah tool seperti inilah yang dikatakan lebih user friendly.

Disini, bisa dilihat sesuatu yang penting. Tool yang mudah dipelajari, maka bisa dengan mudah digunakan. Lha, kalau mempelajarinya saja sudah sulit, gimana bisa dipakai? Performa suatu tool diapat diukur dari keefektifan dan keefisienannya.

Sebagai contoh, asumsikan anda ingin menancapkan paku ke sebuah papan. Dan alat yang anda hanya punyai hanyalah sebuah kepala palu (tanpa gagang). Apakah kepala palu ini bisa digunakan untuk memukul palu hingga tertancap di papan? Bisa. Dalam hal ini, proses pemukulan dikatakan sebagai efektif. Tetapi, apakah proses ini juga efisien? Tidak, karena anda harus bersusah payah memegang kepala palu. Mungkin saja sehabis memukul, jari-jemari anda terasa pegal.

Lain halnya jika kepala palu ini memiliki gagang. Lebih efektif, karena tenaga yang kita keluarkan dilipatgandakan oleh gagang (dalam ilmu fisika, dikenal dengan istilah “momen”). Dan tentu saja lebih efisien, karena kita bisa memegang palu dengan lebih mudah.

OK, sekian sampai disini intronya… :mrgreen:

Kembali ke judul, apa itu OS yang “user friendly”. Mungkin anda akan bilang “Windows, OS sejuta umat”. Atau “Mac, tampilannya sleek, gak ada virus, bla bla bla”, atau “Linux karena proyek komunitas.”

Persepsi gw mungkin sedikit berbeda:

  1. Ditinjau dari segi keefektifan, OS harus menyediakan lingkungan dimana gw bisa mengerjakan apa yang ingin gw kerjakan. Kalau gak bisa, berarti tidak efektif.
  2. Ditinjau dari segi keefisienan, nah disini subyektivitas bermain :twisted: , OS harus membuat gw bisa bekerja dengan nyaman. Ibaratnya sebuah kamar, gw bisa leluasa mengatur dimana harus meletakkan meja, dimana komputer, dimana lemari, dimana sofa, dst.
  3. Point #1 dan #2 harus bersimbiosis mutualisme. Gak boleh ada yg saling merugikan :mrgreen:

Jadi simpulannya, apa dong OS yang user friendly? Jawaban gw, yang sangat sangat subyektif, adalah OS yang dibuat sesuai dengan keingan dan kebutuhan anda. :mrgreen:

Artinya OS yang friendly bagi user A, belum tentu friendly bagi user B dong? Bisa jadi. Khan setiap user punya kebutuhan spesifik. Bagaimana bisa mengakomodir kebutuhan dan keinginan sekian banyak user dalam 1 OS? Sepertinya susah.

OK, apakah gw me-refer ke suatu OS tertentu? Err jawabannya adalah “antara ya dan tidak”. Masih dalam proses pencarian… :mrgreen:

p.S: tulisan ini sangat dipengaruhi oleh artikel ini