Mari kita bayangkan suatu dialog (fiktif) berikut:
Mr. A : Mr. B, jangan gunakan sistem operasi XYZ.
Mr. B : Memangnya kenapa?
Mr. A : Karena sistem operasi XYZ tidak menghargai privasi anda. Secara periodik, log aktivitas anda akan dikirim ke server mereka.
Mr. B : Wah gawat. Berarti kita seharusnya tidak menggunakan sistem operasi XYZ lagi.
Nah, sebagai catatan, si Mr. B ini adalah seorang programmer yang cukup handal. Dan dialog pun berlanjut…
Mr. B : Kalau begitu, saya memutuskan membuat sistem operasi saya sendiri dari nol. Dengan demikian, saya tahu persis apa saja yang sistem operasi saya lakukan. Hahahaha….
![]()
Mr. A : Wah hebat. Bagaimana caranya?
Mr. B : Gampang. Saya akan menggunakan compiler foobar123. Compiler ini punya reputasi bagus di jagad open source.
Mr. A : Hmm sebentar dulu. Apakah compiler itu bisa dipercayai?
Mr. B : Bisa dong. Kan open source. Memangnya kenapa?
Mr. A : Tahukan anda bahwa compiler bisa menyelipkan instruksi ilegal di code anda, dan anda tidak menyadarinya sekalipun compiler itu open source?
Mr. B : Wah saya baru tahu yang seperti itu. Jadi bagaimana dong?
Mr. A : Saya khawatir anda harus menulis compiler dulu Mr .B, barulah anda bisa membuat sistem operasi anda sendiri.
![]()
Mr. B:
![]()
Yah begitulah kira-kira…
Belum lama ini pemikiran itu muncul di pikiran saya…
lah itu kan yg dikerjain stallman selama ini =))
artikel yg mantap ndre.
@iang: gmana kalo stallman juga kayak si ken